Selasa, 10 November 2015

TUGAS_2SS_PENGANTARBISNIS

MEMBANGUN KOMUNIKASI YANG BAIK DALAM BERBAGAI KONDISI

A.   Pengertian Komunikasi

Secara etimologis komunikasi berasal dari bahasa Latin yaitu Cum, sebuah kata depan yang artinya dengan/ bersama dengan, dan kata Units, sebuah kata bilangan yang berarti satu. Dua kata tersebut membentuk kata Benda Communio, yang dalam bahasa Inggris disebut dengan communion, yang berarti kebersamaan, persatuan, persekutuan gabungan, pergaulan/ hubungan. Karena untuk bercommunio diperlukan adanya usaha dan kerja, maka kata itu dibuat kata kerja Communicate yang berarti membagi sesuatu dengan seseorang, tukar menukar, membicarakan sesuatu dengan orang, memberitahukan sesuatu kepada seseorang, bercakap-cakap, bertukar pikiran, berhubungan, berteman. Jadi, komunikasi berarti pemberitahuan pembicaraan, percakapan, pertukaran pikiran atau hubungan.

Komunikasi merupakan proses penyampaian gagasan seseorang kepada orang lain. Komunikasi juga sebagai penggerak untuk menggambarkan suatu aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Komunikasi juga dapat menciptakan suatu tempat menyimpan ide bersama, memperkuat perasaan kebersamaan dengan tukar menukar berita dan mengubah pemikiran menjadi tindakan, yang menggambarkan setiap emosi dan kebutuhan mulai dari usaha mempertahankan hidup yang paling sederhana sampai dengan usaha manusia yang sangat ilmiah.

Selain itu juga dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi yang baik sangat penting untuk berinteraksi antar individu maupun antar masyarakat agar terjadi keserasian dan dapat mencegah konflik. Di sisi lain, komunikasi juga dibutuhkan oleh setiap Negara untuk saling berhubungan dengan Negara lain (hubungan bilateral).


B.    Lima Unsur Penting Dalam Komunikasi

1.     Pengirim pesan (sender)
2.     Pesan yang dikirimkan (message)
3.     Bagaimana pesan tersebut dikirimkan (delivery channel atau media)
4.     Penerima pesan (receiver)
5.     Umpan balik (feedback)


C.   Syarat-Syarat Berkomunikasi Secara Efektif

1.     Ketahui mitra bicara (Audience)
Kita harus sangat sadar dengan siapa kita bicara, apakah dengan orang tua, anak-anak, laki-laki atau perempuan, status sosialnya seperti apa pangkat, jabatan dan semacamnya petani, pengusaha, guru, kyai, dan lain-lain. Dengan mengetahui audience kita, kita harus cerdik dalam memilih kata-kata yang digunakan dalam menyampaikan informasi atau buah fikiran kita. Artinya, bahasa yang dipakai harus sesuai dengan bahasa yang mudah dipahami oleh audience kita.

2.     Ketahui tujuan
Tujuan kita berkomunikasi akan sangat menentukan cara kita menyampaikan informasi, tentu komunikasi kita bersifat pengumuman. Tetapi bila kita bermaksud membeli atau menjual barang komunikasi kita akan bersifat negosiasi. Lain pula cara kita berkomunikasi apabila tujuan kita untuk menghibur, membujuk, atau sekedar basa-basi.

3.     Perhatikan Konteks
Konteks disini bisa berarti keadaan atau lingkungan pada saat berkomunikasi. Pada saat berkomunikasi, konteks sangat berperan dalam memperjelas informasi yang disampaikan. Formalitas dalam konteks tertentu juga dapat mempengaruhi cara berkomunikasi seseorang. Gaya komunikasi atasan dan bawahan di lingkungan dunia kerja, bahkan komunikasi antar sesama atasan maupun sesama bawahan pasti berbeda. Apabila orang-orang ini bertemu diluar kantor gaya komunikasi diantara mereka akan sangat lain dengan gaya pada saat mereka berada di kantor. Mengirim bunga kepada orang yang berulang tahun atau kepada orang yang kita kasihi, akan berbeda maknanya bila disampaikan kepada orang yang sedang berduka. Bahkan jenis bunga yang disampaikanpun membawa pesan atau kesan tersendiri.

4.     Pelajari Kultur
Kultur atau budaya, habit atau kebiasaan orang atau masyarakat juga perlu diperhatikan dalam berkomunikasi.

5.     Pahami Bahasa
Bahasa menunjukkan bangsa artinya bahasa dapat menjadi identitas suatu bangsa. Dengan memahami bahasa orang lain berarti berusaha menghargai orang lain. Tetapi memahami bahasa di sini tidak berarti harus memahami semua bahasa yang dipakai oleh mitra bicara kita. Yang lebih penting adalah memahami gaya orang lain berbahasa. Untuk memperjelas pesan yang hendak disampaikan dalam berkomunikasi, gunakanlah kalimat-kalimat sederhana yang mudah dipahami. Kalimat panjang dan kompleks seringkali mengaburkan makna. Kepiawaian dalam menggunakan kalimat-kalimat yang sederhana dan tepat dalam berbahasa akan sangat mempengaruhi efektifitas komunikasi kita.

D.   Karakter yang Harus Dimiliki oleh Komunikator

1.     Kredibilitas
è Ialah kewibawaan seorang komunikator di hadapan komunikan.

2.     Daya tarik
è Hal ini berkenaan dengan keadaan yang menunjukkan penerima melihat komunikator sebagai seorang yang disenangi dalam bentuk peranan yang memuaskan.

3.      Kekuasaan
è Artinya seorang komunikator yang memiliki kekuasaan relatif lebih mudah mempengaruhi bawahannya. Ada rasa sungkan di kalangan bawahan terhadap komunikator yang memiliki wewenang atau kekuasaan.

4.     Kemampuan intelektual
è Ialah tingkat kecakapan, kecerdasan, dan keahlian seorang komunikator.

5.     Integritas atau keterpaduan
è Sikap dan perilaku dalam aktivitas perkantoran sehari-hari. Komunikator yang memiliki keterpaduan, kesesuaian antara ucapan dan tindakannya akan lebih disegani oleh komunikan.

6.     Kepercayaan
è kalau komunikator dipercaya oleh komunikan maka akan lebih mudah menyampaikan pesan dan mempengaruhi sikap orang lain.

7.     Kepekaan sosial
è Yaitu suatu kemampuan komunikator untuk memahami situasi di lingkungan perkantoran.

8.     Kematangan tingkat emosional
è Ialah kemampuan komunikator untuk mengendalikan emosinya, sehingga tetap dapat melaksanakan komunikasi dalam suasana yang menyenangkan di kedua belah pihak.

9.     Berorientasi kepada kondisi psikologis komunikan
è Artinya seorang komunikator perlu memahami kondisi psikologis orang yang diajak bicara.

10. Memiliki lingkup pandangan (frame of reference) dan lingkup pengalaman (field of experience) tentang diri komunikan
è Misalnya bagaimana watak atau kebiasaan, bagaimana tingkat pendidikannya, apa makanan kesukaannya, kapan ulang tahunnya, dan sebagainya. Pengetahuan dan pengalaman tentang hal-hal tersebut dapat dijadikan sebagai acuan untuk berkomunikasi secara bijak.


E.    Faktor Penghambat Komunikasi

1.      Masalah dalam mengembangkan pesan yaitu:
o   Keraguan isi pesan
o   Asing dengan situasi yang ada
o   Pertentangan emosi
o   Sulit mengekspresikan ide/gagasan

2.      Masalah dalam menyampaikan pesan
o   Masalah dalam menyampaikan pesan yang paling jelas terkait dengan sarana fisik untuk berkomunikasi.

3.       Masalah dalam menerima pesan yaitu:
o   Adanya persaingan antara penglihatan dan suara
o   Kursi yang tidak nyaman
o   Lampu kurang terang
o   Kondisi lain yang mengganggu konsentrasi audiens.

4.      Masalah dalam menafsirkan pesan
o   Perbedaan latar belakang, perbendaharaan bahasa, dan pernyataan emosional dapat menimbulkan munculnya kesalahpahaman antara pemberi dan penerima pesan.

F.    Kondisi Komunikasi

1.     Berkomunikasi dengan Teman/ seumuran/ lebih muda

Berkomunikasi dengan teman sebaya/ seumuran akan menggunakan bahasa yang informal (tidak baku), bahasa pergaulan, atau bahasa campuran. Situasi ini lebih santai dibanding berbicara dengan orang yang lebih tua/ atasan kita. Biasanya kita lebih terbuka dengan teman. Kita juga akan merasa berkomunikasi dengan diri sendiri, karena menganggap mereka sebagai jiwa kita. Namun kadang kita merasa sungkan berbicara dengan teman yang tidak dekat dengan kita. Ada cara yg efektif buat membangun suasana agar kita dapat lebih terbiasa dan terbuka, yaitu dengan berteman dengannya, saling bertukar pikiran, bermain bersama. Itu cara paling efektif membangun suasana diantara teman-teman kita.

2.     Berkomunikasi dengan Orang Tua/ Orang yang Lebih Dewasa/ Atasan Bisnis

Berkomunikasi dengan Orang Tua/ yang lebih dewasa akan menggunakan bahasa yang formal (baku dan sopan). Situasi ini lebih formal dibanding dengan teman sebaya. Biasanya kita susah/ malu/ segan berbicara dengan orang yang lebih tua dari kita. Kita pun malu untuk membuka pembicaraan, karena merasa tidak pantas dan rendah. Kita pun berbicara hanya sekedar keperluan penting saja. kadang kita ingin cerita atau curhat kepada orang tua atau orang yang lebih dewasa dari kita, namun kita sungkan. Cara yang paling efektif adalah mulailah berbicara untuk hal-hal sepele, seperti menanyakan kabar, situasi dan lainnya. Setelah itu kita akan merasa nyaman dan dengan sendirinya akan berbicara ke topik yang lebih pribadi dan serius.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar