Senin, 07 Desember 2015

TULISAN_3SS_PENGANTARBISNIS

Cara Sederhana Memotivasi Diri Sendiri


A.   Pengertian motivasi

Motif adalah daya penggerak di dalam diri orang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu. Motif ini merupakan suatu kondisi internal atau disposisi internal (kesiap-siagaan). Motivasi adalah motif yang sudah menjadi aktif di saat-saat tertentu.

Sementara itu Sardiman di dalam buknya yang berjudul “interaksi dan motivasi belajar mengajar” mengemukakan bahwa motif dapat di katakana sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiap siagaan).

Menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energy dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahukui dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

Motif dan motivasi berkaitan erat dengan penghayatan suatu kebutuhan, dorongan untuk memenuhi kebutuhan, bertingkah laku tertentu untuk memenuhi kebutuhan dan pencapaian tujuan yang memenuhi kebutuhan itu. Kaitan itu tertampung dalam istilah” lingkaran motivasi” yang memiliki tiga rantai dasar, yaitu:
·        Timbulnya suatu kebutuhan yang dihayati dan dorongan untuk memenuhi kebutuhan itu
·        Bertingkah laku tertentu sebagai usaha untuk mencapai tujuan, yaitu terpenuhinya kebutuhan yang dihayati. Tujuan itu dapat belajar dinilai sebagai sesuatu yang positif.
·        Tujuan tercapai, sehingga orang merasa puas dan lega, karena kebutuhan terpenuhi.

Memotivasi diri sendiri adalah cara terbaik untuk menghadapi hambatan dalam hidup. Sebab, akan ada fase dalam kehidupan Anda di mana Anda akan menemukan diri Anda terjebak dan tidak bisa menghindari situasi yang tidak mengenakkan.

B.    Fungsi motivasi

Hasil kerja baru akan menjadi optimal, kalau ada motivasi, makin tepat motivasi yang diberikan akan makin berhasil pula pekerjaan itu. Ada tiga fungsi motivasi :
· Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energy.
· Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak di capai.
·  Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus di kerjakan yang serasi guna mencapai tujuan.



C.   Cara Memotivasi

1.     Menemukan Tujuan Yang Memberdayakan

Cara pertama dan terpenting adalah mengeset tujuan yang jelas dan memberdayakan. Kita harus membuat sebuah tujuan terukur dan kita benar-benar menginginkannya. Kita harus membuat tujuan yang akan membangkitkan motivasi kita.
Tujuan adalah motivasi, memiliki tujuan akan memiliki motivasi. Jika ada tujuan yang belum memotivasi, ada yang salah dengan tujuan tersebut. Anda harus benar-benar membuat inspiring goal, tujuan yang benar-benar tajam, menggairahkan, dan menggerakan Anda untuk mencapai.
Pertama temukan apa yang paling Anda inginkan dalam hidup. Bener-bener Anda inginkan, benar-benar anda impikan. Tujuan, yang benar-benar akan membuat Anda bahagia, bahkan saat Anda hanya membayangkannya saja.
Kedua buat tujuan yang melampaui kemampuan Anda. Jika tujuan Anda biasa-biasa saja, maka motivasi yang muncul pun akan biasa-biasa saja. Tujuan yang melampaui tujuan Anda akan membuat Anda lebih semangat, lebih giat dalam meraihnya.

2.     Menyadari Kekuatan Diri

Salah satu penghambat, mengapa banyak orang yang motivasinya lemah karena menganggap diri tidak mampu. Jika orang sudah mengatakan “tidak bisa”, maka dia akan kehilangan motivasi, sudah tidak mau lagi mencoba. Motivasi akan tumbuh, jika dia sudah memiliki keyakinan bahwa dia mampu. Dia yakin bahwa Allah sudah memberikan potensi yang luar biasa. Potensi yang mencukupi untuk meraih apa yang dia inginkan, potensi yang cukup untuk menanggung beban yang ada.

3.     Yakini Selalu Ada Jalan

Tujuan sebagai energi pendorong sudah ada. Keyakinan akan potensi diri sudah ada, maka selanjutnya yakini bahwa Anda bisa melakukan apa yang harus dilakukan untuk meraih tujuan Anda dan dengan memanfaatkan potensi diri Anda. Bisa jadi, Anda saat ini belum mengetahui apa yang harus dilakukan. Tapi bukan berarti tidak ada caranya. Bukan berarti tidak ada jalan. Anda hanya perlu berusaha untuk mengetahuinya.
4.     Tetap fokus.

Kita harus tetap fokus pada apa yang kita inginkan. Jangan tergoda pada sesuatu hal yang baru bagaimanapun menariknya. Cara agar kita tetap fokus, menurut Carter, adalah dengan selalu memelihara kualitas dan mengevaluasi fokus kita. Jangan biarkan ketidakyakinan muncul kemudian. Kita mungkin kerap mengingat kegagalan-kegagalan di masa lalu namun jangan sampai hal itu menambah kekhawatiran kita. Ambil saja bahan pelajaran dari kegagalan itu dan tetap fokus pada langkah kita berikutnya. Maka, kekhawatiran itu akan hilang dengan sendirinya.

5.     Bacalah success stories.

Kisah-kisah sukses bisa memberikan dorongan besar pada kita untuk melangkah maju. Kisah-kisah sukses yang heroik mengisahkan tokoh-tokoh yang membalikkan ketidakmungkinan menjadi kenyataan memiliki daya inspirasi yang kuat. Apalagi jika latar belakang si tokoh hampir mirip dengan keadaan kita saat ini. Selain membaca kisah-kisah sukses, jangan lupakan juga untuk membaca buku-buku motivasi, pengembangan diri sebanyak yang kita mampu. Buku-buku ini tak hanya akan memberikan inspirasi tetapi juga akan memberikan tambahan skill kita untuk melangkah mencapai sukses.

6.     Cari dukungan. 

Jika kita memiliki mentor atau setidak-tidaknya teman baik yang bisa diajak diskusi, jangan lewatkan untuk urun-rembuk dengan mereka. Diskusikan keinginan kita atau cita-cita kita dan jangan lupa minta masukan mereka. Umumnya mereka bisa memberikan dorongan yang akan mempertebal kepercayaan diri kita. 

7.     Catat perkembangannya.

Mencatat perkembangan dari apa yang kita kerjakan bukan hal yang sepele. Catatan perkembangan ini bisa menjadi dorongan atau motivasi tersendiri. Karena itu penting untuk mencatat tahapan-tahapan yang kita tempuh, baik sukses atau gagal, untuk bahan evaluasi. Jangan lupakan juga untuk menentukan target-target sementara dari satu rangkaian besar yang sedang kita tempuh karena itu akan mempermudah menilai perkembangan yang sudah dicapai.

8.     Rayakan pencapaiannya. 

Meskipun merupakan pencapaian sementara, pencapaian target dalam setiap tahapan perlu juga diapresiasi. Bentuk apresiasi tak perlu mahal, yang penting ada semacam pengungkapkan rasa syukur bahwa upaya kita membuahkan hasil. Jadi ada hentakan kecil yang membanggakan. Misalnya, nonton film di bioskop (jika kita jarang menonton bioskop karena kesibukan kita) atau makan siang/malam di suatu tempat yang sebelumnya jarang kita lakukan. Bentuk apresiasi seperti ini akan menguatkan keyakinan kita dan akan membentuk kebiasaan sukses. Harus diingat bahwa apapun yang kita apresiasi akan mendapat pengulangannya sehingga ini akan memancing pencapaian-pencapaian pada tahapan-tahapan berikutnya.

9.     Belajar dari kegagalan. 

Di masa lalu kita mungkin mendapat kegagalan yang terus menghantui kita. Jangan biarkan diri kita terfokus pada kegagalan-kegagalan itu sehingga kita merasa tak berdaya. Namun sebaliknya, jadikan hal itu sebagai bahan pelajaran. Evaluasi kenapa kita bisa gagal. Atur kembali cara kita menempuh langkah itu agar tak gagal lagi. Cara ini bisa dilakukan dengan belajar lebih banyak, menambah keterampilan, atau menambah wawasan sehingga kita bisa makin percaya diri.

10. Nikmati perjalanannya.

Mungkin kita tidak mendapatkan apa yang kita rancang kendatipun kita sudah melakukannya dengan baik. Tak perlu putus asa, selama kita melakukan sesuatunya dengan baik dan hati-hati hasil lebih besar bisa kita dapat kemudian kendatipun pada tahapan saat ini kita gagal. Yang penting kita sudah mendapatan perkembangannya, tidak jalan di tempat. Nikmati saja perjalanannya karena ini merupakan suatu proses. Jika kita menikmati perjalanannya kita akan senang melakukannya dan itu akan menambah gairah dan kepercayaan diri kita.



Dengan cara tersebut secara otomatis kita akan termotivasi untuk melakukan pekerjaan tersebut. Apalagi jika semua cara telah kita lakukan maka kita akan selalu termotivasi dalam segala hal. Dan kita telah menemukan motivator seperti seseorang yang special, dan seseorang yang menyemangati hidup kita. Contohnya keluarga, pacar, suami/istri, teman, sahabat, dll. Itu akan lebih memotivasi kita.

TUGAS_3SS_PENGANTARBISNIS

6 Cara Memotivasi Pegawai Yang Malas

Mengorganisir kinerja pegawai-pegawai dalam menjalankan bisnis yang anda selami, merupakan kewajiban sebagai seorang pelaku bisnis. Anda tentu akan menghadapi berbagai macam karakter dari pegawai. Ada yang rajin, tepat waktu, bergairah tinggi, bahkan pemalas sekalipun. Ya, menjadi sebuah permasalahan besar apabila menemukan karyawan anda menjadi karyawan yang pemalas. 
Anda tentu perlu memiliki strategi dan cara khusus untuk menghadapi pegawai yang memiliki sifat pemalas. Seperti yang kita ketahui, bahwa adanya rasa pemalas pada diri karyawan, dikhawatirkan dapat memperburuk kinerja perusahaan dan menghambat tercapainya tujuan perusahaan. Bila kita lihat lebih lanjut, karyawan adalah salah satu motor penggerak utama perusahaan, dimana kesuksesan perusahaan tergantung pada kinerja-kinerja karyawan di dalamnya. Untuk itu, bila terdapat rasa malas pada tiap-tiap diri karyawan, anda harus mengantisipasinya dengan cepat melalui langkah-langkah tertentu, misalnya melalui motivasi.
Untuk menyampaikan motivasi tersebut, anda tentu perlu menyampaikannya dengan baik dan tepat agar karyawan tidak lantas merasa tersinggung. Apabila cara menyampaikannya salah, dikhawatirkan pegawai akan merasa tersinggung dan kemalasannya pun semakin bertambah buruk. Bila hal ini terus dibiarkan, dikhawatirkan perusahaan akan semakin bertambah buruk keadaannya.
Melalui tulisan ini, bisnishack.com akan memaparkan sedikit cara dan langkah-langkah untuk memotivasi pegawai-pegawai yang malas. Penasaran? Mari kita simak ulasannya bersama-sama.

1.     Jelaskan tujuan dan misi perusahaan dengan jelas

Sebagai langkah awal untuk memberikan motivasi pada pegawai-pegawai yang memiliki rasa malas, ada baiknya perlu melakukan pertemuan internal antara anda dengan pegawai-pegawai. Pertemuan internal tersebut dapat anda kemas dengan sebaik mungkin, baik dalam bentuk formal berupa pertemuan meeting, ataupun bentuk acara non formal seperti gathering, makan siang bersama ataupun makan malam bersama. 
Dalam acara tersebut, anda perlu menyampaikan dengan jelas tentang tujuan dan misi perusahaan yang dikelola. Sampaikan kepada para pegawai untuk kembali menyatukan persepsi mengenai kelangsungan hidup dari bisnis anda. Dengan adanya keterbukaan mengenai persamaan tujuan, visi serta misi perusahaan, anda akan dengan mudah dapat mengarahkan pegawai-pegawai menjadi lebih kooperatif dan rajin dalam melakukan pekerjaannya.

2.     Seringlah hadir di tempat para pegawai bekerja

Sebagai seorang pemimpin, anda tentu memiliki kewajiban untuk mengontrol kinerja pegawai-pegawai. Dalam langkah mengantisipasi pegawai-pegawai yang malas, rasanya perlu mendatangi tempat dimana pegawai anda bekerja. Datangilah tempat pegawai bekerja, dan lakukan pendekatan dengan pegawai. Lakukan kontrol sedetail mungkin atas apa  yang  dikerjakan oleh para pegawai. 

Dengan melakukan kontrol secara langsung di tempat para pegawai bekerja, anda akan dapat dengan mudah melakukan pendekatan dengan para pegawai. Di tengah-tengah pedekatan tersebut, anda bisa menyelipkan motivasi-motivasi yang diberikan guna menyemangati karyawan-karyawan. Selain itu, bila anda selaku pemimpin benar-benar langsung terjun ke tempat pegawai bekerja, para pegawai pun akan merasa segan apabila mereka bermalas-malasan dalam melakukan pekerjaannya. Cara ini menjadi cara yang cukup efektif bagi anda selaku pemimpin untuk mengontrol kinerja karyawan.

3.     Bangun kepercayaan dan lakukan pendekatan personal

Pendekatan adalah kunci utama apabila terjadi kerenggangan hubungan antara pemimpin dnegan para pegawainya. Untuk itu, pendekatan secara berkala, khususnya dalam ruang lingkup antar personal (individu dengan individu). Pendekatan antara pimpinan perusahaan dengan tiap-tiap pegawainya haruslah dilakukan. Hal ini ditujukan agar motivasi dari setiap pegawai anda dapat tumbuh dan terjaga.
Dengan pendekatan antar personal yang dilakukan, anda selaku pemimpin juga harus dapat membangun kepercayaan antara anda dengan setiap pegawai. Kepercayaan tersebutlah yang nantinya akan menumbuhkan rasa semangat dalam bekerja, karena pegawai-pegawai anda akan merasa diapresiasi kinerjanya. Dengan begitu, hubungan anda selaku partner kerja sebagai atasan dnegan bawahan pun akan berlangsung harmonis, dengan kinerja pegawai-pegawai juga dapat terkontrol dengan baik tanpa ada rasa malas yang mengganggu mereka.

4.     Berikan event motivasi yang dikemas dengan cara yang berbeda

Sebagai langkah lebih lanjut untuk memberikan motivasi pada karyawan-karyawan, nampaknya juga perlu mengadakan sebuah acara atau event khusus untuk memotiviasi karyawan. Anda memiliki banyak pilihan acara untuk mengemas momen motivasi ini, seperti dengan melakukan outbound bersama untuk melatih kekompakkan dan kesolidan dalam tim.
Mengadakan event dalam bentuk seminar motivasi juga dapat menjadi pilihan yang menarik dalam langkah untuk memotivasi karyawan-karyawan. Kemaslah acara seminar motivasi tersebut dengan sebaik dan sekreatif mungkin, usahakan jangan monoton. Anda dapat memanggil pembicara atau motivator yang cukup menarik dalam menyampaikan motivasinya. Di samping acara seminar motivasi tersebut, anda bisa menyisipkan berbagai acara menarik lainnya, seperti bakti sosial, bazaar, lomba, dan lain sebagainya.

5.     Berikan gaji tambahan sebagai bentuk apresiasi

Menemukan karyawan yang pemalas tentu akan membuat beban dalam mengelola perusahaan semakin bertambah. Setelah melakukan langkah-langkah sebelumnya, nampaknya langkah pada poin kelima ini merupakan langkah selanjutnya yang harus dilakukan. Ya, anda perlu menambahkan sedikit saja bonus pada gaji karyawan-karyawan anda. 
Pada dasarnya, penghasilan akan menjadi motivasi tersendiri bagi karyawan-karyawan. Hal tersebut juga merupakan tanda apresiasi perusahaan terhadap kinerja mereka. Apapun faktornya, berikanlah sedikit apresiasi melalui tambahan gaji yang anda berikan selaku pengelola perusahaan. Bertambahnya gaji diharapkan dapat mendongkrak semangat para karyawan dalam bekerja. Tentu, penambahan jumlah gaji karyawan ini harus disesuaikan dengan kualitas kerja mereka serta kondisi keuangan perusahaan.


6.     Jangan mencela tentang kemalasannya, motivasilah dengan pujian

Sedikit hal yang perlu diperhatikan mengenai celaan dan pujian. Ya, selaku pemimpin, hal ini tidak bisa disepelekan untuk mendongkrak semangat karyawan. Mungkin anda kesal dengan kinerja karyawan-karyawan yang buruk karena sikap malas, namun di sisi lain, selaku pemimpin anda harus bijaksana dalam menghadapinya. Anda perlu mengerti situasi ini dengan memberikan pujian dan kata-kata yang dapat membangkitkan semangat karyawan. Bila menanggapinya dengan celaan, hal ini justru akan semakin memperburuk kinerja karyawan karena mereka akan semakin merasa down atas perlakuan terhadap kinerja mereka.


Analisa:

Motivasi dapat dikatakan sebagai suatu pemberian pengarahan, dorongan atau semangat kepada para karyawan agar mampu bekerja sesuai dengan tujuan yang diharapkan, demi tercapainya tujuan organisasi dalam suatu perusahaan dengan efektif dan efisien.
Kedisiplinan adalah fungsi operatif keenam dari Manajemen Sumber Daya Manusia. Kedisiplinan ini merupakan fungsi operatif  MSDM yang terpenting, karena semakin baik disiplin karyawan, maka akan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. Tanpa disiplin karyawan yang baik, sulit bagi organisasi perusahaan untuk mencapai hasil yang optimal.
Kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi prestasi organisasi atau perusahaan karena kepemimpinan merupakan aktivitas yang utama untuk tercapainya tujuan organisasi, karena dengan kepemimpinan tersebut dapat menaikan faktor motivasi karyawan agar dapat lebih berprestasi dan secara keseluruhan dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Kepemimpinan sangat diperlukan bila suatu organisasi ingin maju dan sukses, terlebih lagi karyawan yang baik selalu ingin tahu bagaimana mereka dapat menyumbangkan partisipatif mereka untuk dapat mencapai sasaran perusahaan dan paling tidak gairah para karyawan memerlukan kepemimpinan sebagai dasar motivasi eksternal untuk menjaga tujuan-tujuan mereka  agar tetap harmonis dengan tujuan organisasi. Jadi suatu organisasi tahu perusahaan yang berhasil memiliki satu sifat umum yang menyebabkan  organisasi tersebut dapat dibedakan dengan organisasi yang lainnya yang tidak berhasil, sifat dan ciri tersebut adalah kepemimpinan yang efektif. Kepemimpinan yang efektif dalam arti harus dapat memberikan pengarahan terhadap usaha-usaha semua karyawan dalam mencapai tujuan organisasi yang diinginkan.

Saran:

Untuk sebuah perusahaan atau organisasi perlu diciptakan motivasi terhadap karyawan dengan tujuan organisasi dalam suatu perusahaan dengan efektif dan efisien dan mencapai hasil yang diinginkan dalam perusahan atau organisasi tersebut. Dan dalam sebuah perusahaan perlu adanya top management yang baik gunanya menaikan faktor motivasi karyawan agar dapat lebih berprestasi dan secara keseluruhan dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Kepemimpinan sangat diperlukan bila suatu organisasi ingin maju dan sukses, terlebih lagi karyawan yang baik selalu ingin tahu bagaimana mereka dapat menyumbangkan partisipatif mereka untuk dapat mencapai sasaran perusahaan dan paling tidak gairah para karyawan memerlukan kepemimpinan sebagai dasar motivasi eksternal untuk menjaga tujuan-tujuan mereka  agar tetap harmonis.

Jadi menurut saya suatu perusahaan dapat dikatakan sukses apabila hubungan seorang pemimpin dan seorang karyawan sangat baik. Dan seorang pemimpin memiliki jiwa yang dapat memberikan motivasi terhadap seorang karyawannya.

Rabu, 11 November 2015

TULISAN_2SS_PENGANTARBISNIS

IKLAN YANG BAIK UNTUK BERKOMUNIKASI DAN INFORMATIF


          Setelah kita membahas komunikasi yang baik, sekarang kita bahas iklan yang baik untuk berkomunikasi dan informatif. Menurut Kotler (2002:658), periklanan didefinisikan sebagai bentuk penyajian dan promosi ide, barang atau jasa secara nonpersonal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran. Menurut Rhenald Kasali (1992:21), secara sedrhana iklan didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan oleh suatu masyarakat lewat suatu media. Namun demikian, untuk membedakannya dengan pengumuman biasa, iklan lebih diarahkan untuk membujuk orang supaya membeli.

Menurut PPPI dalam situsnya, terdapat definisi bahwa periklanan sebagai segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan melalui suatu, dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal, serta ditujukan untuk kepada sebagian atau seluruh masyarakat.

Secara umum, iklan merupakan suatu bentuk komunikasi nonpersonal yang menyampaikan informasi berbayar sesuai keinginan dari institusi/sponsor tertentu melalui media massa yang bertujuan memengaruhi/mempersuasi khalayak agar membeli suatu produk atau jasa. Iklan-iklan yang menarik tentu sangat diharapkan oleh audiens. Beberapa iklan sengaja dirancang secara menghibur agar audiens tak mudah merasa bosan. Misalnya, dengan menghadirkan iklan-iklan lucu menghibur yang dapat merangsang ketertarikan audiens. Iklan-iklan lucu dan menarik sering dicari orang yang sedang mencari hiburan. Tapi iklan yang menghibur saja tak cukup, iklan juga harus dapat mengarahkan orang pada pembelian produk.

Memang, kita melihat iklan bertebaran di mana-mana, menjejali media cetak ataupun elektronik tanpa henti-hentinya. Kita nyaris tak bisa menolak kehadiran iklan, walaupun sebagian besar orang berusaha menghindarinya. Namun, dari sekian banyak iklan yang beredar itu tak semuanya menarik dan perlu untuk diperhatikan. Apakah iklan itu perlu diperhatikan atau tidak, tentu kembali pada kebutuhan masing-masing individu.

Melakukan kegiatan periklanan membutuhkan biaya yang tak sedikit. Untuk itu, iklan harus dapat mencapai tujuan-tujuannya, salah satunya yaitu mengajak atau mengarahkan orang untuk melakukan tindakan tertentu. Misalnya, iklan komersial yang membujuk orang untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan. Pada iklan yang bersifat sosial seperti iklan layanan masyarakat, perubahan perilaku orang menjadi tujuan utamanya.
Iklan yang baik untuk berkomunikasi adalah iklan yang tidak mengandung unsur-unsur negative, seperti pornografi, sex, pelecehan, dan pencemaran nama baik. Ciri ciri iklan yang baik harus memiliki kriteria di bawah ini :
1.     Mempunyai sasaran yang jelas, dengan menentukan target konsumen ada target utama dan target kedua, ini juga untuk menentukan media pasang iklan dan penetapan target konsumen tergantung pada kualitas, harga, distribusi ( jangkauan pemasaran ).
2.     Mempunyai fokus atas hal yang ingin di komunikasikan dari produk dan jasa yang di iklankan.
3.     Mempunyai daya tarik tertentu hingga konsumen yang di sasarnya bisa berhenti untuk memperhatikan isi iklan, selain kata kata menarik, daya tarik iklan muncul dari desain layout yang menarik.
4.     Sajikan iklan dengan menarik karena suatu iklan dengan isi pesan bagus jika tidak di sajikan bagus tak akan menarik.
5.     Komunikasi iklan memiliki empat unsur utama yaitu :
o   Pengirim iklan adalah produsen atau dalam bisnis periklanan di wakili biro iklan  .
o   Isi iklan dalam iklan ada headline kalimat singkat tidak lebih dari 10 kata dan di  harapkan    konsumen langsung dapat banyak informasi mengenai produk dan jasa body copy adalah informasi tambahan bila konsumen tertarik.
o   Media komunikasi tempat iklan di sajikan baik di media cetak, media elektronik atau media lainnya antara lain media internet yang penetrasinya di indonesia masih kurang, billboard dll.
o   Penerima iklan konsumen yang di sasar produk barang atau jasa kita.
6.     Pilihlah slogan dengan kata kata padat dan berisi yang merupakan gambaran terhadap headline di mana konsumen dapat membaca lebih detail.
Iklan yang informatif adalah iklan memiliki maksud dan tujuan tersendiri seperti memberikan informasi yang penting bagi audience secara singkat, padat dan jelas. Ciri-ciri iklan yang informatif sebagai berikut:
1. Bertujuan untuk membentuk atau menciptakan kesadaran/pengenalan dan pengetahuan tentang produk / fitur-fitur baru dari produk yang sudah ada. 
2.     Menginformasikan perubahan harga dan kemasan produk.
3.     Menjelaskan cara kerja produk.
4.     Mengurangi ketakutan konsumen.
5.     Mengoreksi produk.

          Contohnya adalah iklan “ Pasta Gigi Pepsodent “. Iklan ini sangat baik karena, tidak mengandung unsur-unsur negative. Dikarenakan iklan ini mengambil cerita di dalam sebuah keluarga dan diperankan seolah-olah keluarga. Dan ceritanya pun tidak melakukan pencemaran anama baik serta membandingkan/ menyinggung pihak lain. Sasarannya pun jelas yaitu anak-anak.

Iklan ini juga baik untuk berkomunikasi karena, mengandung makna yang jelas yaitu agar kita selalu menjaga kesehatan gigi. Dengan cara rajin sikat gigi 2 kali sehari. Yaitu saat bangun tidur dan saat mau tidur malam. Cara ini efektif untuk mencegah gigi berlubang, merawat gusi, dan mencegah bau mulut. Iklan ini sangat informatif karena, menyampaikan maksud dengan jelas seperti cara sikat gigi yang baik, waktu sikat gigi yang baik, serta cara merawat gigi dengan baik. Selain itu di iklan ini di jelaskan apa saja zat yang terkandung di dalamnya, cara kerjanya, dan cara pemakaiannya.

Jadi iklan yang baik untuk berkomunikasi dan informatife adalah iklan yang fokus pada sasaran dan tujuannya, makna dari iklan tersebut tersampaikan pada audience, dalam kata lain ambigu dan tujuan dari iklan ini pun tersampaikan secara jelas.

Tulisan_2SS_PengantarBisnis

Selasa, 10 November 2015

TUGAS_2SS_PENGANTARBISNIS

MEMBANGUN KOMUNIKASI YANG BAIK DALAM BERBAGAI KONDISI

A.   Pengertian Komunikasi

Secara etimologis komunikasi berasal dari bahasa Latin yaitu Cum, sebuah kata depan yang artinya dengan/ bersama dengan, dan kata Units, sebuah kata bilangan yang berarti satu. Dua kata tersebut membentuk kata Benda Communio, yang dalam bahasa Inggris disebut dengan communion, yang berarti kebersamaan, persatuan, persekutuan gabungan, pergaulan/ hubungan. Karena untuk bercommunio diperlukan adanya usaha dan kerja, maka kata itu dibuat kata kerja Communicate yang berarti membagi sesuatu dengan seseorang, tukar menukar, membicarakan sesuatu dengan orang, memberitahukan sesuatu kepada seseorang, bercakap-cakap, bertukar pikiran, berhubungan, berteman. Jadi, komunikasi berarti pemberitahuan pembicaraan, percakapan, pertukaran pikiran atau hubungan.

Komunikasi merupakan proses penyampaian gagasan seseorang kepada orang lain. Komunikasi juga sebagai penggerak untuk menggambarkan suatu aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Komunikasi juga dapat menciptakan suatu tempat menyimpan ide bersama, memperkuat perasaan kebersamaan dengan tukar menukar berita dan mengubah pemikiran menjadi tindakan, yang menggambarkan setiap emosi dan kebutuhan mulai dari usaha mempertahankan hidup yang paling sederhana sampai dengan usaha manusia yang sangat ilmiah.

Selain itu juga dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi yang baik sangat penting untuk berinteraksi antar individu maupun antar masyarakat agar terjadi keserasian dan dapat mencegah konflik. Di sisi lain, komunikasi juga dibutuhkan oleh setiap Negara untuk saling berhubungan dengan Negara lain (hubungan bilateral).


B.    Lima Unsur Penting Dalam Komunikasi

1.     Pengirim pesan (sender)
2.     Pesan yang dikirimkan (message)
3.     Bagaimana pesan tersebut dikirimkan (delivery channel atau media)
4.     Penerima pesan (receiver)
5.     Umpan balik (feedback)


C.   Syarat-Syarat Berkomunikasi Secara Efektif

1.     Ketahui mitra bicara (Audience)
Kita harus sangat sadar dengan siapa kita bicara, apakah dengan orang tua, anak-anak, laki-laki atau perempuan, status sosialnya seperti apa pangkat, jabatan dan semacamnya petani, pengusaha, guru, kyai, dan lain-lain. Dengan mengetahui audience kita, kita harus cerdik dalam memilih kata-kata yang digunakan dalam menyampaikan informasi atau buah fikiran kita. Artinya, bahasa yang dipakai harus sesuai dengan bahasa yang mudah dipahami oleh audience kita.

2.     Ketahui tujuan
Tujuan kita berkomunikasi akan sangat menentukan cara kita menyampaikan informasi, tentu komunikasi kita bersifat pengumuman. Tetapi bila kita bermaksud membeli atau menjual barang komunikasi kita akan bersifat negosiasi. Lain pula cara kita berkomunikasi apabila tujuan kita untuk menghibur, membujuk, atau sekedar basa-basi.

3.     Perhatikan Konteks
Konteks disini bisa berarti keadaan atau lingkungan pada saat berkomunikasi. Pada saat berkomunikasi, konteks sangat berperan dalam memperjelas informasi yang disampaikan. Formalitas dalam konteks tertentu juga dapat mempengaruhi cara berkomunikasi seseorang. Gaya komunikasi atasan dan bawahan di lingkungan dunia kerja, bahkan komunikasi antar sesama atasan maupun sesama bawahan pasti berbeda. Apabila orang-orang ini bertemu diluar kantor gaya komunikasi diantara mereka akan sangat lain dengan gaya pada saat mereka berada di kantor. Mengirim bunga kepada orang yang berulang tahun atau kepada orang yang kita kasihi, akan berbeda maknanya bila disampaikan kepada orang yang sedang berduka. Bahkan jenis bunga yang disampaikanpun membawa pesan atau kesan tersendiri.

4.     Pelajari Kultur
Kultur atau budaya, habit atau kebiasaan orang atau masyarakat juga perlu diperhatikan dalam berkomunikasi.

5.     Pahami Bahasa
Bahasa menunjukkan bangsa artinya bahasa dapat menjadi identitas suatu bangsa. Dengan memahami bahasa orang lain berarti berusaha menghargai orang lain. Tetapi memahami bahasa di sini tidak berarti harus memahami semua bahasa yang dipakai oleh mitra bicara kita. Yang lebih penting adalah memahami gaya orang lain berbahasa. Untuk memperjelas pesan yang hendak disampaikan dalam berkomunikasi, gunakanlah kalimat-kalimat sederhana yang mudah dipahami. Kalimat panjang dan kompleks seringkali mengaburkan makna. Kepiawaian dalam menggunakan kalimat-kalimat yang sederhana dan tepat dalam berbahasa akan sangat mempengaruhi efektifitas komunikasi kita.

D.   Karakter yang Harus Dimiliki oleh Komunikator

1.     Kredibilitas
è Ialah kewibawaan seorang komunikator di hadapan komunikan.

2.     Daya tarik
è Hal ini berkenaan dengan keadaan yang menunjukkan penerima melihat komunikator sebagai seorang yang disenangi dalam bentuk peranan yang memuaskan.

3.      Kekuasaan
è Artinya seorang komunikator yang memiliki kekuasaan relatif lebih mudah mempengaruhi bawahannya. Ada rasa sungkan di kalangan bawahan terhadap komunikator yang memiliki wewenang atau kekuasaan.

4.     Kemampuan intelektual
è Ialah tingkat kecakapan, kecerdasan, dan keahlian seorang komunikator.

5.     Integritas atau keterpaduan
è Sikap dan perilaku dalam aktivitas perkantoran sehari-hari. Komunikator yang memiliki keterpaduan, kesesuaian antara ucapan dan tindakannya akan lebih disegani oleh komunikan.

6.     Kepercayaan
è kalau komunikator dipercaya oleh komunikan maka akan lebih mudah menyampaikan pesan dan mempengaruhi sikap orang lain.

7.     Kepekaan sosial
è Yaitu suatu kemampuan komunikator untuk memahami situasi di lingkungan perkantoran.

8.     Kematangan tingkat emosional
è Ialah kemampuan komunikator untuk mengendalikan emosinya, sehingga tetap dapat melaksanakan komunikasi dalam suasana yang menyenangkan di kedua belah pihak.

9.     Berorientasi kepada kondisi psikologis komunikan
è Artinya seorang komunikator perlu memahami kondisi psikologis orang yang diajak bicara.

10. Memiliki lingkup pandangan (frame of reference) dan lingkup pengalaman (field of experience) tentang diri komunikan
è Misalnya bagaimana watak atau kebiasaan, bagaimana tingkat pendidikannya, apa makanan kesukaannya, kapan ulang tahunnya, dan sebagainya. Pengetahuan dan pengalaman tentang hal-hal tersebut dapat dijadikan sebagai acuan untuk berkomunikasi secara bijak.


E.    Faktor Penghambat Komunikasi

1.      Masalah dalam mengembangkan pesan yaitu:
o   Keraguan isi pesan
o   Asing dengan situasi yang ada
o   Pertentangan emosi
o   Sulit mengekspresikan ide/gagasan

2.      Masalah dalam menyampaikan pesan
o   Masalah dalam menyampaikan pesan yang paling jelas terkait dengan sarana fisik untuk berkomunikasi.

3.       Masalah dalam menerima pesan yaitu:
o   Adanya persaingan antara penglihatan dan suara
o   Kursi yang tidak nyaman
o   Lampu kurang terang
o   Kondisi lain yang mengganggu konsentrasi audiens.

4.      Masalah dalam menafsirkan pesan
o   Perbedaan latar belakang, perbendaharaan bahasa, dan pernyataan emosional dapat menimbulkan munculnya kesalahpahaman antara pemberi dan penerima pesan.

F.    Kondisi Komunikasi

1.     Berkomunikasi dengan Teman/ seumuran/ lebih muda

Berkomunikasi dengan teman sebaya/ seumuran akan menggunakan bahasa yang informal (tidak baku), bahasa pergaulan, atau bahasa campuran. Situasi ini lebih santai dibanding berbicara dengan orang yang lebih tua/ atasan kita. Biasanya kita lebih terbuka dengan teman. Kita juga akan merasa berkomunikasi dengan diri sendiri, karena menganggap mereka sebagai jiwa kita. Namun kadang kita merasa sungkan berbicara dengan teman yang tidak dekat dengan kita. Ada cara yg efektif buat membangun suasana agar kita dapat lebih terbiasa dan terbuka, yaitu dengan berteman dengannya, saling bertukar pikiran, bermain bersama. Itu cara paling efektif membangun suasana diantara teman-teman kita.

2.     Berkomunikasi dengan Orang Tua/ Orang yang Lebih Dewasa/ Atasan Bisnis

Berkomunikasi dengan Orang Tua/ yang lebih dewasa akan menggunakan bahasa yang formal (baku dan sopan). Situasi ini lebih formal dibanding dengan teman sebaya. Biasanya kita susah/ malu/ segan berbicara dengan orang yang lebih tua dari kita. Kita pun malu untuk membuka pembicaraan, karena merasa tidak pantas dan rendah. Kita pun berbicara hanya sekedar keperluan penting saja. kadang kita ingin cerita atau curhat kepada orang tua atau orang yang lebih dewasa dari kita, namun kita sungkan. Cara yang paling efektif adalah mulailah berbicara untuk hal-hal sepele, seperti menanyakan kabar, situasi dan lainnya. Setelah itu kita akan merasa nyaman dan dengan sendirinya akan berbicara ke topik yang lebih pribadi dan serius.